Strategi Cerdas Chelsea Redam Teror Bola Mati Arsenal di Carabao Cup

Rabu, 04 Februari 2026 | 14:12:31 WIB
Strategi Cerdas Chelsea Redam Teror Bola Mati Arsenal di Carabao Cup

JAKARTA - Pertanyaan besar yang terus menghantui jagat sepak bola Eropa dalam dua musim terakhir akhirnya menemui eksperimen jawaban di Stamford Bridge. Bagaimana cara menghentikan Arsenal yang terus menciptakan kekacauan melalui situasi bola mati? Selama ini, banyak tim mencoba berbagai cara namun sedikit yang berhasil menemukan penawarnya. Arsenal telah menjelma menjadi kekuatan paling mematikan dalam urusan set-piece, sebuah taktik yang terbukti sangat sulit diredam oleh pertahanan mana pun.

Namun, dalam laga leg kedua semifinal Carabao Cup pada Selasa malam, manajer Chelsea Liam Rosenior mencoba sebuah pendekatan inovatif yang menarik perhatian banyak pihak. Menariknya, strategi ini muncul hanya beberapa hari setelah mantan penjaga gawang Manchester City dan Newcastle, Shay Given, melontarkan ide serupa dalam program Match of the Day. Meski Chelsea harus mengakui keunggulan Arsenal 1-0 di laga tersebut—dan kalah agregat 4-2 yang meloloskan Arsenal ke final—taktik pertahanan mereka memberikan bahan pertimbangan serius bagi tim-tim rival lainnya.

Inovasi "Sprinting" Chelsea yang Mengejutkan Arteta

Dalam laga yang berlangsung sengit tersebut, Chelsea menunjukkan respons taktis yang tidak biasa. Tepat saat Arsenal bersiap melepaskan dua tendangan sudut mereka, Chelsea secara tiba-tiba mengirim tiga pemainnya berlari kencang dari area pertahanan menuju area serangan. Langkah ini seketika memaksa tuan rumah untuk bereaksi cepat dengan mengirim pemain-pemain mereka kembali ke wilayah sendiri guna mengantisipasi serangan balik kilat.

Eksperimen ini merupakan langkah berani. Sebelumnya, tim seperti Monaco dan Crystal Palace pernah mencoba meninggalkan pemain di depan saat menghadapi bola mati Arsenal, namun belum ada tim yang melakukan upaya secepat dan selarut itu untuk memaksa pasukan Mikel Arteta mundur ke paruh lapangan mereka sendiri. Strategi ini diduga kuat terinspirasi dari saran Shay Given setelah ia menyaksikan Arsenal menghancurkan Leeds 4-0 melalui dua gol bola mati pada Sabtu malam lalu.

Inspirasi dari Kritik Shay Given di Match of the Day

Kritik tajam Given di televisi tampaknya sampai ke telinga staf kepelatihan Chelsea. Saat itu, Given mengungkapkan kegemasannya melihat tim-tim Premier League yang seolah pasrah menghadapi pola yang sama dari Arsenal setiap pekannya.

"I wish someone would try something different," ujar Given. "Take nothing away from Arsenal, but I see the same set-up every week - Arsenal players loaded at the back and causing carnage. Every set-up is the same."

Given mengusulkan agar tim-tim berani mengambil risiko untuk menciptakan ruang di kotak penalti mereka sendiri. "Someone can try something different to stop this brilliant form of attack. What can teams do different to create more space? If they leave three up, Arsenal have to leave at least three, maybe four players back. Then, in the defending box, that leaves a lot more space for the defenders and the goalkeeper. Yes, it leaves more space for the forwards as well, but all those numbers caused so much confusion," tuturnya menjelaskan logika di balik strategi tersebut.

Statistik Mematikan Arsenal dan Pro-Kontra Pengamat

Sejak awal musim lalu, efektivitas taktik bola mati Mikel Arteta memang berada di level yang berbeda. Arsenal tercatat telah membukukan 53 gol dari situasi bola mati di semua kompetisi, unggul 13 gol dibandingkan tim mana pun di Premier League. Angka ini menegaskan mengapa Chelsea merasa perlu melakukan tindakan ekstrem untuk mencegah kebobolan dari skenario tersebut.

Meskipun taktik Chelsea berhasil mencegah Arsenal mencetak gol dari bola mati di laga tersebut, pengamat lain tetap memberikan catatan kritis. Mantan gelandang Liverpool, Jamie Redknapp, mengaku kurang terkesan dengan implementasi detail dari rencana Rosenior tersebut saat berbicara di Sky Sports.

"I like the plan, but my problem is Enzo Fernandez was left marking Gabriel and he has 10 yards to attack the ball," ujar Redknapp memberikan analisisnya. Ia menilai bahwa meski jumlah pemain di kotak penalti berkurang, penjagaan individu tetap menjadi celah. "Chelsea are trying to negate there being too much traffic in the area, which Arsenal try to cause chaos with. They obviously have a plan but if Arsenal have the right delivery, Enzo Fernandez has no chance."

Babak Baru Pertempuran Taktik di Kompetisi Inggris

Keberanian Chelsea menerapkan strategi "Match of the Day" ini menandai babak baru dalam pertempuran taktis melawan dominasi Arsenal. Walaupun pada akhirnya Arsenal tetap melaju ke final EFL Cup, setidaknya lini belakang Chelsea berhasil membuktikan bahwa ada cara untuk mengurangi kepadatan dan kekacauan yang biasa diciptakan The Gunners di depan gawang.

Pertanyaan besarnya kini berpindah ke tim-tim lain: apakah mereka akan mengikuti jejak inovatif Chelsea untuk mencoba merusak ritme bola mati Arsenal yang selama ini dianggap nyaris sempurna? Dengan data yang menunjukkan betapa bahayanya set-piece Arteta, kreativitas taktis seperti yang ditunjukkan Rosenior mungkin akan menjadi standar baru bagi tim yang ingin bertahan hidup melawan gempuran udara Meriam London.

Terkini