BMKG Ingatkan Warga Jakarta untuk Waspada Cuaca Ekstrem Sepanjang Februari

Kamis, 05 Februari 2026 | 09:29:36 WIB
BMKG Ingatkan Warga Jakarta untuk Waspada Cuaca Ekstrem Sepanjang Februari

JAKARTA - Cuaca ekstrem kembali menjadi perhatian utama bagi warga Jakarta dalam beberapa hari ke depan. 

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menyampaikan peringatan dini terkait potensi hujan dengan intensitas bervariasi di seluruh wilayah ibu kota. Kondisi ini dinilai perlu disikapi serius karena berpotensi memicu berbagai dampak lanjutan.

Peringatan cuaca tersebut berlaku sejak Selasa hingga Minggu pada awal Februari. Selama periode itu, hujan diperkirakan turun dari kategori sedang hingga sangat lebat di sejumlah wilayah. Masyarakat diminta untuk lebih waspada dan menyesuaikan aktivitas harian dengan kondisi cuaca.

BMKG menegaskan bahwa hujan dengan intensitas tinggi dapat memicu risiko bencana hidrometeorologi. Ancaman yang perlu diantisipasi meliputi banjir, banjir bandang, tanah longsor, hingga gangguan transportasi. Oleh karena itu, kewaspadaan bersama menjadi langkah penting untuk mengurangi dampak yang mungkin terjadi.

Prakiraan Cuaca Jakarta pada Awal Februari

BMKG membagi peringatan cuaca ke dalam dua level utama, yaitu waspada dan siaga. Status waspada diberlakukan untuk hujan sedang hingga lebat, sedangkan status siaga ditetapkan untuk hujan lebat hingga sangat lebat. Pembagian level ini bertujuan membantu masyarakat memahami tingkat risiko cuaca.

Pada periode pertengahan pekan, seluruh wilayah Jakarta masuk dalam kategori waspada. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diprakirakan merata di Jakarta Utara, Pusat, Barat, Timur, Selatan, dan Kepulauan Seribu. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat, terutama di jam-jam sibuk.

BMKG mengimbau warga agar tidak mengabaikan peringatan tersebut. Persiapan sederhana seperti mengatur jadwal perjalanan dan memastikan saluran air di sekitar lingkungan tetap lancar dinilai sangat membantu. Langkah preventif ini dapat mengurangi risiko genangan dan kemacetan.

Pembagian Status Peringatan Wilayah Jakarta

Memasuki akhir pekan, status peringatan cuaca di Jakarta mengalami perubahan. Sebagian wilayah tetap berada pada level waspada, sementara wilayah lain meningkat ke status siaga. Perubahan ini menunjukkan potensi hujan yang lebih intens di area tertentu.

Wilayah Jakarta Utara dan Jakarta Pusat masih berada dalam status waspada. Hujan sedang hingga lebat diprakirakan terjadi secara berkala di kawasan tersebut. Meskipun tidak masuk kategori siaga, potensi genangan tetap perlu diantisipasi.

Sementara itu, Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, dan Kepulauan Seribu ditetapkan dalam status siaga. Hujan lebat hingga sangat lebat diprediksi berpotensi terjadi di wilayah tersebut. Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan, khususnya di daerah rawan banjir.

Kondisi Cuaca Menjelang Akhir Pekan

Pada hari Minggu, status peringatan cuaca kembali mengalami penyesuaian. BMKG menetapkan seluruh wilayah Jakarta dalam status waspada hujan sedang hingga lebat. Kondisi ini menunjukkan potensi cuaca ekstrem masih berlangsung meski intensitasnya relatif merata.

Hujan diperkirakan turun di Jakarta Utara, Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, serta Kepulauan Seribu. Durasi hujan yang cukup panjang dapat meningkatkan risiko genangan di sejumlah titik. Oleh karena itu, kesiapsiagaan tetap menjadi hal utama.

BMKG mengingatkan bahwa cuaca ekstrem tidak selalu datang secara tiba-tiba. Pola hujan dapat berubah dengan cepat sesuai dinamika atmosfer. Informasi terbaru perlu terus dipantau agar masyarakat tidak terlambat mengambil langkah antisipasi.

Imbauan dan Langkah Antisipasi Masyarakat

BMKG menegaskan pentingnya respons cepat dalam menghadapi cuaca ekstrem. Masyarakat diminta aktif memantau perkembangan cuaca melalui kanal resmi yang tersedia. Informasi yang akurat dapat membantu pengambilan keputusan sehari-hari.

Warga juga diimbau segera melaporkan kejadian bencana jika terjadi di lingkungan sekitar. Pelaporan yang cepat membantu pihak terkait melakukan penanganan lebih efektif. Selain itu, pemantauan kondisi lapangan secara real-time sangat dianjurkan.

Penyesuaian aktivitas harian menjadi langkah bijak selama periode peringatan cuaca. Masyarakat di wilayah rawan banjir dan longsor diharapkan meningkatkan kesiapsiagaan. Dengan kerja sama semua pihak, risiko dampak cuaca ekstrem dapat diminimalkan.

Terkini