Arumi Bachsin Tampil Anggun dengan Busana Tenun Karya Sendiri

Kamis, 05 Februari 2026 | 11:25:21 WIB
Arumi Bachsin Tampil Anggun dengan Busana Tenun Karya Sendiri

JAKARTA - Arumi Bachsin berhasil mencuri perhatian publik dengan penampilannya yang memukau saat menghadiri pembukaan pameran kerajinan tangan terbesar di Indonesia, INACRAFT 2026. 

Istri Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak, ini tampil dengan busana bernuansa etnik modern yang mencerminkan kecintaannya pada kain tradisional Indonesia, khususnya tenun. 

Dalam suasana yang ramai oleh perajin dan pengunjung, Arumi berjalan percaya diri dan penuh gaya, memperlihatkan bahwa kain tradisional Indonesia bisa terlihat modern dan relevan di berbagai kesempatan.

Penampilan Arumi di acara ini tidak hanya menyuguhkan busana yang menarik perhatian, tetapi juga menunjukkan semangat INACRAFT yang menggabungkan tradisi dengan inovasi. 

Dalam kesempatan tersebut, ia memperkenalkan sebuah desain busana yang bukan hanya indah, tetapi juga memiliki cerita mendalam di balik proses pembuatannya.

Busana Tenun dengan Sentuhan Modern

Pada acara pembukaan INACRAFT 2026 di Jakarta Convention Center (JCC), Arumi tampil mengenakan busana satu set yang memiliki potongan rapi, dominasi warna peach lembut, dan desain yang sangat anggun. 

Atasan blouse berkerah tinggi dengan detail kancing di bagian depan dipadukan dengan bawahan selutut yang memberi kesan formal namun tetap ringan dan modern. Busana ini menonjolkan kesan feminin dan elegan, namun tetap memperhatikan kesan sederhana yang tidak berlebihan.

Bagian tengah busana menjadi titik fokus utama, dengan motif kain tenun geometris khas Indonesia yang menghiasi seluruh busana. Kombinasi warna pastel seperti krem, biru muda, dan sentuhan kuning membuat keseluruhan tampilan tampak harmonis dan memberikan kesan hangat. 

Motif tenun ini memberikan dimensi visual yang kuat tanpa membuat tampilan Arumi terkesan berlebihan atau mencolok. Kesan tersebut sangat sesuai dengan tema acara yang merayakan keberagaman budaya Indonesia dan sekaligus memberikan penghargaan pada perkembangan desain modern.

Cerita di Balik Desain Busana Arumi

Arumi tidak hanya mengenakan busana yang menarik perhatian, tetapi juga membagikan cerita unik tentang desain yang ia kenakan. Ia mengungkapkan bahwa busana tersebut adalah hasil dari ide kreatifnya yang kemudian direalisasikan oleh penjahit. 

"Outfitnya ini jahit sendiri. Tapi kainnya ini spesial. Aku lagi suka banget sama tenun dari seluruh Indonesia, terutama tenun Jatim, yaitu dari Kediri, Lamongan, dan lainnya," kata Arumi ketika ditemui Kompas.com di acara INACRAFT 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Arumi juga menceritakan bahwa kain tenun yang dipilih kali ini berasal dari daerah luar Jawa Timur, yang biasanya ia pilih. 

“Untuk kali ini aku pakai tenun dari daerah tetangga, kalau enggak dari NTT atau NTB, aku agak lupa, karena kalau aku suka langsung beli aja gitu,” ujar Arumi sambil tersenyum.

Arumi menyebutkan bahwa kecintaannya terhadap kain tradisional Indonesia seperti batik dan tenun bersifat dinamis. “Aku memang ada masanya, kalau lagi suka batik, maka aku pakai batik terus. Tapi kalau lagi suka sama tenun, aku juga bakal pakai terus,” tambahnya, menegaskan bagaimana busana tradisional dapat mencerminkan kepribadian dan mood seorang individu.

Perpaduan Tenun dan Kain Polos dalam Desain Busana

Desain busana Arumi kali ini menggabungkan kain tenun dengan kain polos, menciptakan sebuah busana yang modern namun tetap memiliki sentuhan tradisional yang kuat. Menariknya, bagian tengah busana yang menjadi fokus utama ternyata berasal dari selendang tenun yang memiliki ukuran lebih pendek. 

Arumi menjelaskan, "Fun fact, bagian tengah baju ini tuh sebenarnya selendang tenunnya. Kalau kain itu enggak terlalu panjang kaya kain polos, jadi kalau buat dress, kainnya enggak cukup."

Keterbatasan ukuran kain justru menjadi tantangan kreatif bagi Arumi untuk menciptakan desain yang unik. Ia melanjutkan, "Kebetulan waktu itu aku beli satu set kain biasa dan tenun yang seharusnya jadi kain kebaya. Tapi aku pengin dijadikan satu set baju, akhirnya diusahakan agar selendangnya bisa jadi satu set atasan dan bawahan."

Kombinasi kain polos dan tenun ini menghasilkan tampilan yang sangat proporsional dan cocok untuk acara seperti INACRAFT. Busana ini berhasil membawa kesan formal, namun tetap ringan dan praktis untuk aktivitas di tengah acara yang ramai dengan para perajin dan pengunjung. Arumi berhasil menggabungkan nilai-nilai tradisional dengan kebutuhan praktis dalam desain busana tersebut.

Sentuhan Sederhana yang Elegan

Arumi melengkapi penampilannya dengan sepatu hak tinggi berwarna hitam yang memberikan kesan formal sekaligus menyeimbangkan warna busana yang lembut. 

Rambutnya ditata dengan gaya half up-do dengan poni ke samping, menambahkan kesan elegan namun tetap segar. Riasan wajah Arumi terlihat natural dan tidak berlebihan, selaras dengan busana yang cerah dan ringan.

Gaya Arumi Bachsin di pembukaan INACRAFT 2026 ini merepresentasikan perpaduan antara desain modern dan nilai budaya yang mendalam. 

Dengan busana tenun yang dirancang sendiri, Arumi tidak hanya menampilkan gaya pribadi yang elegan, tetapi juga mengangkat pesan penting mengenai relevansi dan modernitas kain tradisional di ruang publik.

INACRAFT 2026: Ruang Promosi Kerajinan Tangan Indonesia

Pameran INACRAFT 2026 yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC) menjadi ajang tahunan yang mempertemukan perajin, pelaku UMKM, dan pencinta kriya dari berbagai daerah di Indonesia. 

Pameran ini berfungsi sebagai ruang promosi dan apresiasi terhadap kerajinan tangan Indonesia, dari tenun, batik, hingga produk kriya kontemporer. INACRAFT 2026, yang berlangsung dari 4 hingga 8 Februari 2026, menghadirkan ribuan produk kerajinan dari berbagai daerah di Indonesia.

Kehadiran Arumi Bachsin di acara ini semakin menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan subsektor kriya Indonesia. Dengan busana tenun yang ia desain sendiri, Arumi turut mengapresiasi keberagaman dan inovasi yang ada dalam dunia kerajinan tangan, serta menunjukkan bahwa budaya tradisional dapat beradaptasi dengan gaya hidup modern.

Terkini