Kemenhaj Beri Tips Memilih Travel Umrah, Hindari Penipuan dan Risiko Biaya Murah

Kamis, 05 Februari 2026 | 14:07:44 WIB
Kemenhaj Beri Tips Memilih Travel Umrah, Hindari Penipuan dan Risiko Biaya Murah

JAKARTA - Perjalanan ibadah umrah seharusnya menjadi pengalaman spiritual yang menenangkan dan penuh kekhusyukan.

Namun dalam praktiknya, masih ditemukan berbagai aduan yang merugikan calon jemaah. Situasi ini mendorong pemerintah meningkatkan edukasi agar masyarakat lebih waspada.

Kasus aduan dugaan penipuan perjalanan umrah masih ditemukan. Karena itu, Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj) terus mengedukasi masyarakat agar lebih waspada saat memilih travel. Langkah ini menjadi bagian dari upaya perlindungan jemaah.

Upaya tersebut dijalankan melalui Subdirektorat Pengawasan Umrah. Pendekatan yang dilakukan menekankan pencegahan sejak tahap perencanaan keberangkatan. Edukasi publik dianggap penting agar masyarakat tidak mudah dirugikan.

Peran Pengawasan dalam Melindungi Jemaah Umrah

Pengawasan umrah menjadi bagian krusial dalam menjamin keamanan jemaah. Kemenhaj menempatkan perlindungan jemaah sebagai prioritas utama. Hal ini dilakukan melalui penguatan sistem pengawasan dan informasi.

Kepala Subdirektorat Pengawasan Umrah, Andi Muhammad Taufik, menegaskan pentingnya kehati-hatian sejak awal. Menurutnya, proses memilih travel tidak boleh dilakukan secara tergesa-gesa. Ketelitian menjadi langkah awal yang menentukan keamanan perjalanan.

“Jangan mudah tergoda harga murah yang tidak rasional dan selalu pastikan travel memiliki izin resmi,” ujarnya. Pernyataan ini menjadi penekanan utama dalam edukasi kepada masyarakat. Harga murah sering kali menjadi celah terjadinya penipuan.

Langkah Awal Verifikasi Legalitas Travel Umrah

Langkah pertama yang ditekankan adalah memeriksa legalitas agen perjalanan. Setiap travel harus terdaftar sebagai Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah. Pemeriksaan dapat dilakukan melalui sistem resmi yang tersedia.

Verifikasi dilakukan melalui SATU HAJI atau Sistem Aplikasi Terpadu Umrah dan Haji. Calon jemaah dapat mengecek status izin, nomor SK, akreditasi, serta masa berlaku. Informasi ini menjadi dasar memastikan legalitas travel.

Travel yang tidak terdaftar dinyatakan ilegal. Jemaah juga disarankan memastikan keberadaan kantor fisik dan rekam jejak operasional minimal dua tahun. Paket dengan harga tidak wajar perlu diwaspadai sejak awal.

Menilai Reputasi, Dokumen, dan Layanan Travel

Selain legalitas, reputasi travel juga perlu diperhatikan secara cermat. Ulasan jemaah sebelumnya dapat ditelusuri melalui Google Reviews atau media sosial. Rekomendasi keluarga atau kerabat juga menjadi pertimbangan penting.

Hindari travel yang minim jejak digital atau tidak memiliki testimoni kredibel. Keberadaan informasi yang transparan mencerminkan profesionalisme penyelenggara. Travel yang terpercaya umumnya memiliki rekam digital yang jelas.

Jemaah juga diminta meneliti dokumen dan rincian biaya perjalanan. Mintalah penjelasan lengkap terkait tiket, visa, hotel, konsumsi, dan transportasi. Bukti reservasi dan jadwal keberangkatan harus jelas sebelum pelunasan.

Pelaporan Aktif dan Harapan Umrah Aman

Kontrak perjanjian perlu dibaca dengan teliti oleh calon jemaah. Perhatikan klausul pengembalian dana dan asuransi perjalanan. Pembayaran sebaiknya dilakukan ke rekening resmi perusahaan.

Travel yang profesional menyediakan pembimbing ibadah bersertifikat dan layanan standar. Akomodasi yang layak serta kepastian jadwal menjadi indikator penting. Membandingkan beberapa paket dari travel terpercaya juga dianjurkan.

Kemenhaj menekankan peran aktif masyarakat dalam pengawasan. Jika menemukan dugaan pelanggaran, jemaah diminta melapor melalui kanal resmi yang tersedia. Dengan edukasi dan keterbukaan pengaduan, diharapkan umrah dapat dijalani dengan aman, nyaman, dan tenang.

Terkini