Danantara Pimpin Langsung 6 Proyek Hilirisasi, Dorong Industrialiasi Nasional

Kamis, 05 Februari 2026 | 15:33:18 WIB
Danantara Pimpin Langsung 6 Proyek Hilirisasi, Dorong Industrialiasi Nasional

JAKARTA - Transformasi ekonomi Indonesia terus diarahkan menuju penguatan sektor industri bernilai tambah. 

Pemerintah menempatkan hilirisasi sebagai pilar utama perubahan struktur ekonomi. Langkah konkret mulai diwujudkan melalui proyek-proyek strategis berskala besar.

Danantara Beraksi, Groundbreaking 6 Proyek Hilirisasi Senilai Rp97 Triliun Besok! Badan pengelola investasi Danantara Indonesia akan melaksanakan peletakan batu pertama enam proyek hilirisasi strategis secara serentak. Agenda ini menjadi bagian penting dari upaya mendorong industrialisasi nasional.

Keenam proyek tersebut merupakan bagian dari portofolio hilirisasi prioritas. Seluruh proyek dikawal langsung oleh Danantara. Fokusnya adalah mengurangi ketergantungan pada ekspor bahan mentah.

Groundbreaking Enam Proyek Bernilai Investasi Besar

Peletakan batu pertama enam proyek hilirisasi dijadwalkan dilaksanakan secara serentak. Kegiatan ini menandai dimulainya tahap awal realisasi investasi. Nilai investasi proyek-proyek tersebut tergolong signifikan.

CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani menyampaikan nilai investasi enam proyek mencapai US$5,8 miliar. Nilai tersebut setara dengan Rp97,29 triliun berdasarkan asumsi kurs yang digunakan. Investasi ini mencerminkan skala besar agenda hilirisasi.

“[Groundbreaking] rencana besok sore. Untuk 6 proyek itu nilai investasinya kurang lebih sekitar US$5,8 miliar,” ungkap Rosan. Pernyataan tersebut menegaskan kesiapan proyek untuk segera berjalan. Proses persiapan disebut telah dilakukan secara matang.

Pendanaan Internal dan Strategi Investasi Mandiri

Rosan menjelaskan bahwa seluruh pendanaan enam proyek bersumber dari internal Danantara. Pendekatan ini menunjukkan kemandirian pembiayaan nasional. Pemerintah tidak bergantung pada pencarian modal eksternal.

Sebagai Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan menegaskan strategi ini selaras dengan arah kebijakan nasional. Danantara berperan sebagai instrumen pembiayaan strategis. Skema tersebut memungkinkan fleksibilitas dalam memilih mitra investasi.

Pendekatan investasi mandiri dinilai memperkuat posisi tawar Indonesia. Negara dapat mengundang mitra dengan kedudukan setara. Ketergantungan pada modal asing dapat ditekan secara bertahap.

Agenda Nasional Hilirisasi dan Dukungan Pemerintah

Presiden RI Prabowo Subianto telah menetapkan 18 proyek hilirisasi prioritas. Total nilai investasi seluruh proyek tersebut mencapai Rp618 triliun. Agenda ini menjadi fokus pembangunan industri pada 2026.

Presiden menegaskan hilirisasi akan dijalankan secara agresif. Dukungan pembiayaan nasional menjadi kunci pelaksanaannya. Danantara disebut sebagai salah satu instrumen utama.

“Kita tidak keluar negeri minta-minta investasi. Kita mengajak, dan kita punya kemampuan sekarang,” ujarnya. Pernyataan ini menegaskan kepercayaan diri pemerintah. Indonesia dinilai siap membiayai pembangunan industrinya sendiri.

Ragam Proyek Hilirisasi dan Dampak Ekonomi

Delapan belas proyek hilirisasi mencakup berbagai sektor strategis. Proyek tersebut meliputi smelter aluminium dan stainless steel slab. Selain itu, terdapat pengembangan oleoresin dan fillet ikan tilapia.

Pemerintah juga mengembangkan modul surya terintegrasi dan gasifikasi batu bara. Industri copper rod, wire, and tube termasuk dalam daftar prioritas. Langkah ini bertujuan memperkuat rantai pasok industri.

Proyek lain mencakup oleofood kelapa sawit dan karaginan berbasis rumput laut. Pengembangan avtur dari jelantah kelapa sawit juga direncanakan. Selain itu, industri aspal, besi baja, nata de coco MCT, dan tepung kelapa turut dikembangkan untuk mendorong nilai tambah nasional.

Terkini