Jerawat

Jerawat di Dahi Sering Muncul Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Jerawat di Dahi Sering Muncul Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Jerawat di Dahi Sering Muncul Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

JAKARTA - Siapa pun yang pernah mengalami jerawat di dahi tahu betul rasanya: muncul tiba-tiba, sulit diprediksi, dan sering kali kembali meski sudah dirawat. 

Area dahi memang kerap menjadi “langganan” berbagai jenis jerawat, mulai dari beruntusan halus, komedo membandel, hingga jerawat meradang yang terasa nyeri saat disentuh. Kondisi ini bukan sekadar masalah estetika, tetapi juga bisa memengaruhi rasa percaya diri dan kenyamanan sehari-hari.

Dahi termasuk bagian wajah yang memiliki aktivitas kelenjar minyak cukup tinggi. Ditambah lagi, area ini sering terpapar keringat, sentuhan tangan, serta residu produk rambut. Kombinasi faktor internal dan eksternal inilah yang membuat dahi menjadi salah satu titik paling rentan mengalami breakout. 

“Dahi merupakan bagian dari T-zone yang secara alami memproduksi lebih banyak minyak sehingga lebih mudah mengalami jerawat,” ujar dokter spesialis kulit Alexandra Bowles.

Untuk memahami cara mengatasinya secara tepat, penting mengetahui apa saja pemicu jerawat di dahi, jenis-jenis yang bisa muncul, serta langkah perawatan dan pencegahan yang disarankan para ahli.

Mengapa Jerawat Mudah Muncul di Dahi?

Seperti jerawat di area wajah lainnya, jerawat di dahi berawal dari pori-pori yang tersumbat. Minyak berlebih, sel kulit mati, dan bakteri berkumpul di dalam pori, lalu memicu peradangan. Dokter spesialis kulit Kunal Malik menjelaskan bahwa faktor hormon dan genetik memainkan peran besar dalam kondisi ini.

Fluktuasi hormon dapat membuat kelenjar minyak bekerja lebih aktif, bahkan pada orang dewasa yang tidak sedang mengalami pubertas atau siklus menstruasi. Selain itu, faktor internal seperti kurang tidur, stres berkepanjangan, serta pola makan tertentu juga dapat memperburuk kondisi kulit. 

“Jika jerawat di dahi muncul secara tiba-tiba, perubahan pola tidur, tingkat stres, atau diet bisa menjadi pemicunya,” ujar ahli estetika Madalaina Conti.

Artinya, jerawat di dahi tidak selalu disebabkan oleh satu faktor tunggal. Sering kali, kombinasi kebiasaan sehari-hari dan kondisi tubuh secara keseluruhan ikut berkontribusi.

Pengaruh Produk Rambut dan Kebiasaan Sehari-hari

Salah satu pemicu jerawat di dahi yang kerap luput dari perhatian adalah produk rambut. Minyak alami dari kulit kepala, keringat, serta residu pomade, gel, atau serum rambut dapat dengan mudah berpindah ke area dahi dan garis rambut, lalu menyumbat pori-pori.

“Produk rambut yang kaya minyak sering menjadi kontributor jerawat di dahi, karena mudah menyumbat pori di sekitar garis rambut,” kata Conti. Bowles juga menambahkan bahwa kebiasaan memakai topi, helm, atau headband dalam waktu lama, serta jarang membersihkan area garis rambut, dapat menjebak minyak dan bakteri di kulit.

Selain itu, kebiasaan menyentuh dahi dengan tangan yang tidak bersih atau jarang membersihkan wajah setelah berkeringat juga dapat memperparah kondisi jerawat. Hal-hal kecil seperti ini sering tidak disadari, tetapi berpengaruh besar pada kesehatan kulit.

Ragam Jenis Jerawat di Area Dahi

Jerawat di dahi tidak selalu tampak sama pada setiap orang. Malik menyebutkan bahwa seseorang bahkan bisa mengalami lebih dari satu jenis jerawat secara bersamaan. 

Jenis yang umum muncul meliputi komedo hitam dan putih berukuran kecil, jerawat papula berupa bintik kemerahan, jerawat pustula dengan ujung berisi nanah, serta jerawat nodul yang terasa nyeri dan berada di bawah permukaan kulit.

Selain jerawat biasa, dahi juga sering menjadi lokasi munculnya jerawat jamur atau fungal acne. Kondisi ini bukan disebabkan oleh bakteri, melainkan pertumbuhan jamur di kulit. Secara tampilan, jerawat jamur sering menyerupai beruntusan kecil yang seragam dan terasa gatal.

“Fungal acne lebih terlihat dan terasa seperti ruam,” jelas Conti.

Mengenali jenis jerawat sangat penting karena penanganannya berbeda-beda. Salah memilih produk justru dapat membuat kondisi kulit semakin memburuk.

Cara Mengatasi dan Mencegah Jerawat di Dahi

Penanganan jerawat di dahi sebaiknya disesuaikan dengan jenis dan penyebabnya. Dokter spesialis kulit Hadley King menyarankan penggunaan bahan aktif tertentu sesuai kondisi kulit. 

Asam salisilat efektif untuk membantu membersihkan pori dan mengatasi komedo, benzoyl peroxide bekerja baik untuk jerawat meradang, sementara retinoid membantu mencegah penyumbatan pori di masa mendatang.

“Produk dengan label nonkomedogenik dapat membantu mengurangi risiko pori tersumbat,” kata Bowles. Jika jerawat di dahi disebabkan oleh jamur, penggunaan pembersih wajah dengan kandungan antijamur dinilai lebih efektif dibandingkan obat jerawat biasa.

Selain pengobatan, langkah pencegahan juga tidak kalah penting. Membersihkan wajah hingga ke garis rambut, mencuci wajah setelah keramas, serta rutin mengganti sarung bantal dapat membantu mengurangi penumpukan minyak dan bakteri. “Pastikan tidak ada sisa produk rambut yang menempel di kulit wajah,” ujar Conti.

Jika jerawat di dahi tidak kunjung membaik atau justru semakin parah, konsultasi dengan dokter kulit sangat dianjurkan. Dengan diagnosis yang tepat, penyebab jerawat dapat diketahui dan penanganan bisa disesuaikan secara lebih efektif. 

Jerawat di dahi memang umum terjadi dan sering dipicu oleh stres, tetapi dengan perawatan yang konsisten serta kebiasaan yang lebih sadar, kondisi ini dapat dikendalikan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index