JAKARTA - Plt Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, menyampaikan bahwa musim hujan di Indonesia masih berlangsung hingga bulan Maret.
BMKG memprediksi curah hujan di sebagian besar wilayah masih berada pada kategori rendah hingga menengah. "Secara umum wilayah Indonesia masih berpotensi hujan kategori rendah-menengah (20-150 mm per dasarian)," ujarnya.
Beberapa daerah tetap berpeluang mengalami curah hujan tinggi hingga sangat tinggi di periode tersebut. Andri menekankan bahwa hujan ekstrem kemungkinan terjadi di Banten, Jawa Barat, dan Jawa Tengah bagian tengah.
Selain itu, sebagian kecil Jawa Timur, Pulau Timor bagian barat, Sulawesi Selatan bagian barat dan selatan, Sulawesi Utara bagian utara, serta Papua Barat, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan juga termasuk wilayah berpotensi tinggi.
Kondisi ini menunjukkan bahwa awal tahun masih berada dalam musim hujan yang cukup dominan. Wilayah selatan ekuator, seperti Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, tetap berisiko diguyur hujan sedang hingga lebat secara lokal. Oleh karena itu, masyarakat di sejumlah wilayah perlu waspada terhadap hujan yang masih berlangsung.
Awal Ramadan Masih Berpotensi Hujan
Dengan potensi hujan yang masih cukup tinggi, awal Ramadan yang diperkirakan jatuh pertengahan Februari kemungkinan masih disertai hujan.
Andri menjelaskan bahwa wilayah Pulau Jawa hingga Nusa Tenggara tetap berada dalam periode hujan dominan. "Awal Ramadan yang diperkirakan pertengahan Februari masih berpotensi disertai hujan," tambahnya.
Hal ini berarti masyarakat perlu menyiapkan diri untuk aktivitas di luar rumah dengan kondisi cuaca hujan. Kegiatan ibadah dan perjalanan selama awal Ramadan sebaiknya disesuaikan dengan kondisi hujan yang masih memungkinkan. Masyarakat juga dianjurkan memantau informasi cuaca terkini untuk mengantisipasi curah hujan tinggi secara mendadak.
Kondisi hujan ini juga berpengaruh pada sektor pertanian dan transportasi di sejumlah wilayah. Andri menekankan perlunya kewaspadaan terutama bagi daerah yang termasuk kategori curah hujan tinggi hingga sangat tinggi. Dengan pemahaman ini, masyarakat dapat merencanakan aktivitas harian dan ibadah dengan lebih aman.
Daerah dengan Curah Hujan Tinggi
Beberapa wilayah berpeluang mengalami hujan ekstrem selama Februari hingga Maret. Andri menyebut Banten, Jawa Barat, dan Jawa Tengah bagian tengah sebagai wilayah yang berpotensi curah hujan tinggi.
Selain itu, sebagian kecil Jawa Timur, Pulau Timor bagian barat, Sulawesi Selatan bagian barat dan selatan, Sulawesi Utara bagian utara, serta Papua Barat, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan juga termasuk daerah rawan hujan lebat.
Kondisi ini dipengaruhi oleh pola pergerakan angin dan sirkulasi atmosfer regional. BMKG terus memantau perkembangan cuaca di wilayah-wilayah ini untuk memberikan informasi terbaru. Masyarakat dianjurkan menyiapkan perlindungan dan antisipasi untuk mencegah dampak dari hujan deras secara tiba-tiba.
Fenomena hujan tinggi juga dapat berdampak pada aktivitas transportasi darat maupun laut. Andri menekankan pentingnya kehati-hatian bagi warga yang bepergian di wilayah rawan hujan ekstrem. Dengan kesadaran ini, risiko gangguan aktivitas akibat cuaca buruk dapat diminimalkan.
Awal Musim Kemarau Menyusul
Secara klimatologis, Indonesia diprediksi memasuki awal musim kemarau pada periode April hingga Mei. Musim kemarau biasanya dimulai dari wilayah Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat sebelum meluas ke daerah lainnya.
"Awal musim kemarau umumnya mulai terjadi pada periode April-Mei, yang diawali dari wilayah Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat," jelas Andri.
Peralihan dari musim hujan ke kemarau berlangsung secara bertahap di sebagian besar wilayah Indonesia. BMKG terus memantau perkembangan cuaca untuk memberikan pembaruan apabila terjadi perubahan signifikan. Musim kemarau membawa pengaruh terhadap ketersediaan air dan aktivitas masyarakat di sektor pertanian.
Masyarakat di wilayah lain perlu mempersiapkan diri menghadapi musim kemarau. Aktivitas pertanian, perkebunan, dan kebutuhan air sehari-hari menjadi aspek penting yang harus diperhatikan. Dengan informasi dini dari BMKG, masyarakat dapat lebih siap menghadapi perubahan cuaca yang terjadi.
Antisipasi dan Informasi Cuaca Terbaru
BMKG menekankan pentingnya masyarakat memantau informasi cuaca terkini. Perubahan hujan ekstrem dapat terjadi secara lokal dan memengaruhi aktivitas sehari-hari. "BMKG terus memantau perkembangan cuaca dan akan menyampaikan pembaruan apabila terdapat perubahan signifikan," ungkap Andri.
Selain itu, kesiapan menghadapi musim hujan dan kemarau menjadi hal penting. Warga disarankan menyiapkan perlengkapan untuk menghadapi hujan maupun kondisi kemarau. Dengan langkah antisipatif, dampak cuaca buruk dapat dikurangi dan kegiatan masyarakat tetap lancar.
Pemahaman terhadap potensi hujan dan musim kemarau juga penting bagi sektor publik maupun swasta. Informasi ini membantu perencanaan aktivitas, terutama yang berkaitan dengan transportasi, pertanian, dan kegiatan sosial. Dengan pemantauan rutin, masyarakat dapat lebih bijak dalam merespons kondisi cuaca yang berubah-ubah.