JAKARTA - PT Pertamina (Persero) secara resmi telah melakukan perubahan susunan pengurus perusahaan dengan menunjuk direktur keuangan yang baru.
Langkah penyegaran organisasi ini diumumkan setelah melalui proses evaluasi strategis guna memperkuat kinerja keuangan perusahaan di level nasional maupun global.
Mega Satria kini dipercaya untuk mengisi posisi krusial tersebut guna mengawal pengelolaan modal serta investasi perusahaan energi plat merah yang sangat besar.
Keputusan ini ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham yang diselenggarakan sebagai bagian dari penguatan struktur kepemimpinan di tubuh induk usaha migas tersebut.
Penyegaran Struktur Kepemimpinan Puncak Di Tubuh Pertamina
Perubahan formasi direksi ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan keberlanjutan transformasi bisnis energi yang sedang berjalan di tanah air.
Mega Satria yang memiliki rekam jejak panjang di industri keuangan dianggap sebagai sosok yang sangat tepat untuk menakhodai strategi finansial perusahaan saat ini.
Penunjukan ini dilakukan pada Rabu 4 Februari 2026 sebagai langkah proaktif dalam menghadapi tantangan ekonomi dunia yang penuh dengan dinamika dan ketidakpastian tinggi.
Sejumlah agenda besar telah menanti direksi baru ini, mulai dari optimalisasi belanja modal hingga upaya peningkatan efisiensi biaya operasional di seluruh lini bisnis.
Kehadiran pimpinan baru di sektor keuangan diharapkan mampu membawa perspektif segar dalam mengelola portofolio investasi yang sangat beragam milik perusahaan negara tersebut.
Para pemangku kepentingan menaruh harapan besar agar jajaran direksi yang baru ini dapat menjaga stabilitas serta pertumbuhan keuntungan perusahaan secara jangka panjang.
Tugas Berat Mengelola Keuangan Perusahaan Energi Negara
Sebagai Direktur Keuangan, Mega Satria memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga likuiditas perusahaan tetap sehat di tengah fluktuasi harga minyak mentah dunia saat ini.
Integrasi sistem keuangan pasca penggabungan beberapa sub holding juga menjadi salah satu fokus utama yang harus segera diselesaikan dengan sangat baik dan teliti.
Manajemen keuangan yang transparan dan akuntabel menjadi kunci utama bagi Pertamina untuk tetap mendapatkan kepercayaan dari para investor serta lembaga pendanaan internasional.
Selain itu, pendanaan untuk proyek-proyek strategis nasional yang dikerjakan oleh perusahaan harus tetap berjalan lancar tanpa mengganggu kesehatan arus kas internal perusahaan tersebut.
Strategi pembiayaan yang kreatif dan efisien sangat diperlukan agar pembangunan infrastruktur energi dari hulu ke hilir bisa tuntas sesuai dengan target yang ditetapkan.
Seluruh jajaran manajemen diminta untuk saling bersinergi dalam mendukung kebijakan finansial yang akan diambil oleh direktur keuangan yang baru saja dilantik secara resmi.
Harapan Pemerintah Terhadap Kinerja Jajaran Direksi Baru
Kementerian Badan Usaha Milik Negara menekankan bahwa perombakan ini bertujuan untuk mendorong Pertamina menjadi perusahaan energi kelas dunia yang jauh lebih kompetitif.
Pemerintah ingin memastikan bahwa setiap posisi di jajaran direksi diisi oleh para profesional yang memiliki integritas tinggi serta kompetensi yang sudah sangat teruji.
Keberhasilan perusahaan dalam memberikan kontribusi bagi pendapatan negara sangat bergantung pada bagaimana jajaran direksi mengelola sumber daya yang ada dengan sangat bijaksana.
Masyarakat juga berharap agar perubahan kepemimpinan ini berdampak pada peningkatan kualitas layanan serta ketersediaan energi yang lebih merata di seluruh wilayah Indonesia.
Stabilitas harga bahan bakar di tingkat domestik menjadi salah satu indikator keberhasilan manajemen dalam mengelola skema subsidi dan kompensasi dari sisi keuangan negara.
Dengan kepemimpinan yang baru, diharapkan koordinasi antara Pertamina dengan instansi pemerintah lainnya dapat terjalin dengan jauh lebih harmonis guna mencapai target ketahanan energi.
Komitmen Pertamina Dalam Menghadapi Transisi Energi Global
Di bawah pengawasan keuangan yang baru, perusahaan tetap berkomitmen untuk mengalokasikan sebagian besar investasinya pada pengembangan sektor energi hijau yang jauh lebih berkelanjutan.
Investasi pada energi terbarukan memerlukan perencanaan keuangan yang sangat matang karena memiliki karakteristik risiko dan imbal hasil yang berbeda dari bisnis migas konvensional.
Mega Satria diharapkan mampu menyeimbangkan antara kebutuhan profitabilitas jangka pendek dengan visi besar transformasi energi bersih yang telah dicanangkan perusahaan untuk masa depan.
Hingga Rabu 4 Februari 2026, proses serah terima jabatan telah dilakukan dengan lancar sesuai dengan mekanisme tata kelola perusahaan yang baik atau good corporate governance.
Seluruh elemen perusahaan memberikan dukungan penuh kepada direksi baru untuk memulai tugasnya dalam membawa perusahaan menuju level pencapaian yang jauh lebih tinggi lagi.
Optimisme baru kini menyelimuti kantor pusat perusahaan energi kebanggaan bangsa ini seiring dengan masuknya tenaga ahli baru di jajaran pimpinan puncak organisasi tersebut.